Home Uncategorized Berita Duka Cita, Pak Bondan “Maknyus” Meninggal Dunia, Ini Penyebabnya

Berita Duka Cita, Pak Bondan “Maknyus” Meninggal Dunia, Ini Penyebabnya

SHARE
Loading...

Dunia kuliner indonesia kehilangan seorang pakar kuliner yang terkenal dengan slogan Maknyus nya, yaitu bapak bondan winarno atau yang kita kenal dengan sebutan pak bondan maknyus,

Rekan Bondan Winarno, sesama pakar kuliner yakni Arie Parikesit membenarkan Bondan meninggal dunia. Bondan meninggal pagi tadi, Rabu (29/11/2017), sekira pukul 09.00 WIB

Loading...

Pria yang juga berprofesi sebagai jurnalis itu, meninggal di usia 67 tahun.
Bondan dikenal publik sebagai presenter televisi yang kerap memandu program Kuliner.
Ia juga dikenal dengan kalimat ‘Maknyus’, yang kerap ia ucapkan seusai mencicip makanan.

Dari kicauan @arieparikesit, jenazah Bondan akan disemayamkan di rumah duka di Jalan Bangsawan Raya, Sentul City, Rabu siang ini.

Belum diketahui apa penyebab pasti meninggalnya Bondan. Namun, dari riwayat di akun Twitternya, @PakBondan, banyak netter yang mendoakan Bondan agar segera sembuh.

Pada 13 November lalu, Bonda menjawab pertanyaan netter dan mengatakan sakit sehabis operasi.

“Ya, saya sdg sakit sejak operasi 6 minggu yl. Maaf tidak bisa menyapa,” tulisnya.
Namun, pada postingan terakhirnya 21 November lalu, Pak Bondan memberikan ucapan duka seseorang yang meninggal.

Profil

Bondan Winarno lahir di Surabaya, Jawa Timur, 29 April 67 tahun silam.
Dia adalah seorang penulis dan wartawan Indonesia dengan berbagai kebisaan.
Dia memelopori dan menjadi ketua Jalansutra, suatu komunitas wisata boga yang sangat terkenal di Indonesia.

Dia juga menjadi presenter dalam acara kuliner di Trans TV, yaitu Wisata Kuliner.
Ia terkenal dengan ungkapannya yaitu “Pokoe maknyus!”, ungkapan ini sering diparodikan dalam suatu kondisi yang nyaman, enak dan lainnya.

Selain itu, Ia juga mendirikan Kopitiam Oey.
Sejak 1960 (umur 9–10 tahun), Bondan menjadi penulis lepas.
Ia menulis di berbagai penerbitan seperti Kompas, Sinar Harapan, Suara Pembaruan, Tempo, Mutiara, Asian Wall Street Journal, dan lain-lain.

Pada 1984-1987 ia menjadi redaktur kepala majalah SWA.
Pada 1987-1994 ia beralih menjadi pengusaha dan menjabat sebagai Presiden Ocean Beauty International, sebuah perusahaan makanan laut yang berbasis di Seattle Washington, Amerika Serikat.

Antara 1998-1999 ia menjadi konsultan untuk Bank Dunia di Jakarta, dan setelah itu, hingga 2000 ia menjadi direktur eksekutif dari sebuah organisasi pelestarian lingkungan.

Pada 2001-2003 ia menjadi pemimpin redaksi harian Suara Pembaruan.

Selamat jalan Pak Bondan Maknyus

Loading...