Home Kesehatan Berhenti Konsumsi Garam, Gula dan Minyak, Bobot Wanita ini Turun 13 Kg...

Berhenti Konsumsi Garam, Gula dan Minyak, Bobot Wanita ini Turun 13 Kg dalam 4 Bulan! Begini Kisahnya

SHARE
Loading...

Tidak bisa dipungkiri masalah kelebihan berat badan kini banyak dialami oleh masyarakat indonesia, salah satu penyebabnya adalah pola makan dan kurangnya berolah raga. Jika kamu termasuk salah satu yang sedang berjuang untuk menurunkan berat badan, mungkin kisah ini bisa menjadi inspirasi

Berawal dari sakit hati dengan mantan kekasih, Hana Novilia (22) memutuskan untuk menurunkan berat badannya. Cara yang ia pilih pun adalah dengan mengatur pola makan. Ia berhenti mengonsumsi garam, gula dan makanan berminyak.

Loading...

Dikombinasikan dengan latihan kardio dan zumba di gym secara rutin, berat badan wanita yang memiliki tinggi badan 155 cm pun turun dari semula 63 kg menjadi 50 kg. Ingin coba tipsnya? Berikut kisah diet Hana, seperti ditulis detikHealth pada Kamis (19/3/2015):

Aku memutuskan untuk menurunkan berat badan tepatnya di bulan Agustus 2014. Sakit hati dan frustasi mendorong saya untuk membuktikan kalau saya bisa lebih langsing. Sebenarnya sudah dari dulu ingin berdiet, tapi niatnya belum besar sehingga gagal terus.

Aku mencari cara supaya bisa tampil langsung tanpa mengonsumsi obat penurun berat badan yang mengandung bahan kimia. Akhirnya aku menemukan sebuah website yang berisi cara-cara diet sehat dan aku langsung subscribe agar bisa mendapatkan tips-tips diet setiap hari ke email pribadiku.

Dalam tips-tips tersebut diajarkan bahwa selama melakukan program penurunan berat badan dianjurkan untuk tidak mengonsumsi garam, gula, dan minyak. Jadi aku tidak bisa makan gorengan lagi. Sedihnya, sebab dunia terasa hambar tanpa tiga hal itu. Tapi karena niatku sudah besar, saat itu juga aku memutuskan untuk mengubah pola makan. Pola makanku kira-kira setiap hari seperti ini:

Pagi : roti gandum tanpa isi 2 lembar
Siang : nasi merah + sayur tanpa garam + ayam rebus
Sore : pepaya + melon
Malam : tidak makan apapun lagi

Begitu setiap harinya selama 2 bulan. Ayam rebusnya kadang suka aku ganti dengan tuna rebus atau telur rebus. Lalu untuk buah kadang aku ganti juga dengan pisang atau apel.

Terasa masih ada yang kurang, akhirnya aku memutuskan untuk bergabung dengan gym di wilayah Jakarta. Aku latihan paling banyak seminggu 4 kali. Setiap latihan biasanya aku kardio dulu setengah jam, lalu sisanya aku ikut kelas seperti kelas zumba dan body combat.

Jadi yang harus dilakukan di sini adalah membesarkan massa otot. Karena semakin besar massa otot maka akan semakin cepat proses pembakaran lemak dalam tubuh. Jadi aku juga latihan beban dna aku tidak takut jadi berotot.

Semakin hari aku menjalani ini badan terasa semakin enteng dan orang-orang pun banyak yang bilang aku lebih langsing. Yap, setelah sebulan menjalani program ini bobotku turun 4 kg. Berlanjut ke bulan berikutnya turun lagi 3 kg. Begitu juga bulan berikutnya makin turun makin turun, sampai akhirnya pas bulan Desember berat badanku sudah 50 kg.

Seperti Dilansir dari Detikhealth

Loading...