Home Kesehatan Lebih Baik Mencegah Daripada Mengobati! 5 Gejala Kanker Payudara Awal Ini “Sering...

Lebih Baik Mencegah Daripada Mengobati! 5 Gejala Kanker Payudara Awal Ini “Sering Terlewatkan” Oleh Wanita dan Lakukan Langkah Sederhana Ini Untuk Mencegahnya!!

SHARE
Loading...

Kanker masih menjadi salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Tak pandang bulu, kanker bisa menyerang siapa saja baik laki-laki atau perempuan, tua maupun muda.

Bahkan beberapa seleb Tanah Air pun tak luput jadi korban. Salah satu jenis kanker yang paling jadi momok di Indonesia ialah kanker payudara. Data menunjukkan bahwa ada lebih dari 1,2 juta pasien kanker payudara di seluruh dunia setiap tahunnya, dan sekarang pasien kanker payudara semakin tahun semakin menambah.

Loading...

Mengapa sih kanker payudara begitu mengerikan?

1. Penyebabnya terlalu banyak

Penyebab kanker payudara sangat banyak seperti umur lahir, tidak melahirkan, tidak menyusui, keturunan keluarga, mengkonsumsi pil KB, kelebihan berat badan, terkena sinar radiasi dan lain-lain. Selain itu, gaya hidup juga berperan penting seperti terlalu sibuk, depresi, stress, konsumsi alkohol dan lain-lain.

2. Pasien kanker semakin hari semakin muda

Semakin tua seorang wanita, semakin tinggi resikonya menderita kaker payudara. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pasien payudara yang umumnya 50 tahun telah menurun sampai 35 tahun, sedangkan umur 35 tahun adalah puncak kehidupan wanita.

3. Fitur kanker payudara

Kanker payudara berkembang sangat cepat dan mudah menyebar. Data menunjukkan bahwa setiap tahunnya, pasien kanker payudara meningkat sebesar 5% sampai 20%. Selain itu, kanker payudara dapat bersembunyi untuk waktu yang lama, hingga 12 tahun, akan tetapi sekali kambuh dan tanpa pengobatan, kanker payudara akan dengan cepat menyebar ke berbagai organ tubuh, seperti kelenjar getah bening, paru-paru, tulang, hati dan sebagainya.

5 gejala awal kanker payudara yang tidak bisa diabaikan:

① Penebalan dan kemerahan pada kulit payudara

Jika kulit payudara mulai terasa seperti kulit jeruk atau menjadi kemerahan, periksakan segera ke dokter. Seringkali tanda-tanda ini disebabkan oleh mastitis—infeksi payudara yang umum dialami ibu menyusui. Dokter mungkin akan meresepkan obat antibiotik untuk mengobati infeksi.

Jika gejala ini tidak kunjung membaik setelah seminggu, sebaiknya periksakan lagi ke dokter, sebab ini bisa jadi tanda-tanda kanker payudara agresif yang menyebabkan peradangan sehingga menimbulkan kemerahan serta penebalan di kulit.

Jenis kanker payudara yang menyebabkan gejala ini dapat terlihat sangat mirip seperti infeksi pada payudara, dan karena jenis kanker ini berkembang cepat, maka sangatlah penting untuk mendiagnosanya sesegera mungkin.

② Perubahan pada bentuk puting payudara

Kanker payudara kadang-kadang dapat menyebabkan perubahan pada bentuk puting. Bila puting seperti tertarik ke dalam, atau kulitnya menebal, atau menjadi merah atau bersisik, segeralah periksakan diri ke dokter. Semua perubahan aneh pada puting ini dapat menjadi tanda-tanda kanker payudara.

③ Sebuah benjolan di payudara

Sebuah benjolan atau pertumbuhan di payudara adalah gejala yang paling umum dari kanker. Benjolan ini seringkali bentuknya keras dan tidak terasa sakit, meski ada juga terasa sakit. Namun tidak semua benjolan adalah ciri-ciri kanker payudara.

Ada beberapa kelainan lain pada payudara (seperti kista) yang juga dapat menimbulkan benjolan abnormal. Akan tetapi, jika kamu melihat terbentuknya benjolan aneh di payudara, maka sebaiknya segera periksakan ke dokter. Bila benjolan tersebut memang bersifat kanker, akan lebih baik kalau lebih cepat didiagnosis.

④ Pembengkakan di atau di sekitar payudara, tulang selangka, atau ketiak

Adanya pembengkakan di payudara bisa disebabkan oleh peradangan akibat kanker di payudara, yang menandakan bahwa kanker berkembang secara agresif. Bengkak atau benjolan di sekitar tulang selangka (yang menghubungkan tulang dada dengan tulang belikat) atau ketiak bisa diakibatkan oleh kanker yang telah menyebar ke kelenjar getah bening di area tersebut.

Pembengkakan bahkan dapat terjadi sebelum kamu bisa menemukan benjolan di payudara. Jadi apabila terdapat pembengkakan yang dicurigai sebagai kanker, segeralah pastikan itu dengan periksa ke dokter.

⑤ Rasa nyeri di payudara

Kamu perlu berhati-hati bila ada rasa sakit di payudara. Memang sebagian besar gejala-gejala kanker payudara yang masih tahap awal tidak disertai dengan nyeri payudara. Biasanya masalah nyeri di payudara hanya diakibatkan oleh siklus menstruasi—hal ini wajar terjadi.

Rasa sakit seperti ini paling umum terjadi seminggu (atau lebih) sebelum periode menstruasi dimulai, kemudian hilang setelah menstruasi dimulai. Beberapa kelainan payudara, seperti mastitis, juga bisa menyebabkan rasa sakit yang datangnya tiba-tiba. Dalam kasus ini, rasa sakit itu tidak berhubungan dengan siklus menstruasi kamu.

Bila kamu merasakan nyeri payudara yang parah atau yang tetap terasa serta bukan disebabkan oleh siklus menstruasi, kamu harus periksa ke dokter. Bisa jadi itu memang adalah gejala-gejala kanker payudara yang perlu segera ditangani.

Cara mengecek apakah payudara sehat?

Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dilakukan dengan menggunakan tangan dan penglihatan untuk memeriksa apakah ada perubahan fisik pada payudara. Proses ini dilakukan agar semua perubahan yang mengarah pada kondisi yang lebih serius dapat segera ditangani.

Waktu terbaik untuk melakukan SADARI adalah beberapa hari setelah periode menstruasi Anda berakhir. Pada masa menstruasi, kadar hormon berfluktuasi sehingga menyebabkan perubahan pada tubuh, termasuk payudara yang mengencang.

1. Di depan cermin

-Berdirilah di depan kaca, buka pakaian dari pinggang ke atas. Pastikan terdapat cukup pencahayaan dalam ruangan tersebut dan lakukan cara berikut.
-Perhatikan payudara kamu. Kebanyakan wanita tidak memiliki payudara yang ukurannya sama besar (payudara kanan lebih besar atau lebih kecil daripada yang lain).
-Berdirilah dengan lengan di samping tubuh. Perhatikan bentuk, ukuran, dan apakah ada perubahan seperti permukaan dan warna kulit, juga bentuk puting payudara.

-Letakkan tangan pada pinggang dan tekan kuat-kuat untuk mengencangkan otot dada. Perhatikan payudara sambil berkaca dari sisi kiri ke kanan dan sebaliknya.
-Membungkuklah di depan kaca sehingga payudara terjulur ke bawah. Perhatikan dan raba untuk memeriksa apakah ada perubahan tertentu pada payudara.
-Tautkan kedua tangan di belakang kepala dan tekan ke dalam. Perhatikan kedua payudara kamu, termasuk di bagian bawah.

-Periksa apakah terdapat cairan yang keluar dari puting kamu. Tempatkan jempol dan jari telunjuk kamu di sekitar puting, lalu tekan perlahan, dan perhatikan apakah ada cairan yang keluar. Ulangi pada payudara yang lain.

2. Saat mandi

Kamu juga dapat memeriksa payudara saat mandi. Busa sabun akan memudahkan pergerakan tangan untuk memeriksa benjolan atau perubahan pada payudara. Angkat satu tangan ke belakang kepala. Dengan tangan lain yang dilumuri sabun, raba payudara di sisi tangan yang terangkat. Gunakan jari untuk menekan-nekan bagian demi bagian dengan lembut. Lakukan pada payudara di sisi lain.

3. Berbaring

Pemeriksaan juga dapat dilakukan dengan berbaring. Pilih tempat tidur atau permukaan datar lain yang nyaman. Saat berbaring, payudara menjadi melebar dan memudahkan untuk diperiksa.

Sambil berbaring, tempatkan gulungan handuk atau bantal kecil di bawah pundak. Tempatkan tangan kanan di bawah kepala. Lumuri tangan kiri dengan losion dan gunakan jari untuk meraba payudara kanan.

Ibaratkan payudara seperti permukaan jam. Mulailah gerakan dari titik jam 12 ke angka 1 dengan gerakan melingkar. Setelah satu lingkaran, geser jari dan mulailah kembali hingga seluruh permukaan payudara hingga ke puting selesai teraba.
Tidak perlu terburu-buru saat melakukan pemeriksaan. Pastikan semua permukaan payudara telah teraba dengan seksama.

Hal yang perlu diperhatikan saat dan setelah melakukan pemeriksaan adalah tetap tenang jika mendapati perubahan pada payudara. Meski harus tetap waspada, namun sebagian besar perubahan fisik tidak mengarah pada kanker. Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendiagnosis kelainan. Sebagian besar benjolan pada payudara juga merupakan tumor jinak yang tidak bersifat kanker.

Cara mencegah kanker payudara

1. Menjaga pola makan

Saat mengkonsumsi makanan sehari-hari, perlulah kita menghindari makanan yang bersifat karsinogenik. Sebaliknya kita perlu memakan makanan sehari-hari pencegah kanker yang mengandung antioksidan tinggi, sehingga akan melawan radikal bebas penyebab kanker untuk memberikan imunitas kepada tubuh. Selain itu faktor pemicu kanker karena kurangnya asupan sayur dan buah alami dimana memiliki serat yang tinggi. Dalam penelitian universitas California mengungkapkan bahwa mengkonsumsi makanan sayuran dan buah secara teratur dapat mengurangi resiko kanker hingga separuhnya.

Selain antioksidan yang bersifat fitokomiawi dalam sayuran dan buah memiliki sejumlah serat kasar termasuk pada makanan pencegah kanker payudara. Dengan begitu zat-zat yang karsinogenik akan terikat dengan serta, yang kemudian dibuang melalui kotoran, sehingga hal ini dapat menyingkat waktu racun untuk transit.

– Jus dan buah-buahan: seperti apel, jeruk, nanas, pepaya, tomat, sirsak, melon, semangka, anggur dan lain-lainnya.
– Sayur dan biji-bijian: seperti brokoli, kubis merah, kembang kol, sawi, buncis, wortel, daun singkong, bayam, kedelai, kacang hijau, kacang merah, ketan hitam dan lain-lain.
– Madu
– Makanan yang Mengandung Klorofil: seperti spirulina, daun padi dan alfa-alfa.

Semoga artikel ini bermanfaat untukmu yah. Jangan lupa untuk SHARE dan LIKE artikel ini!

Sumber: nocancers/Cerpen.co.id

Loading...